Tampilkan postingan dengan label hepatitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hepatitis. Tampilkan semua postingan
Masarees

Khasiat Tanaman Obat Sembukan

Manfaat Sembukan (Paederia scandens) sebagai  obat tradisional untuk perut kembung sudahjelas. Namun, khasiat sebagi penawar racun (detoksifikasi) belum banyak yangtahu. Herba ini melindungi hati dari zat beracun seperti fosfor organik yang terdapatpada produk pertanian. Ia juga meningkatkan sel darah putih yang berkurang(Leukopenia) akibat terapi radiasi.

Tanaman Obat Sembukan mudah didapat. Ia biasa tunbuh liar dilapangan terbuka, semak belukar, atau di tebing sungai mulai ketinggian 1 –2.100 m dpl. Herba merambat ini kerap ditanam di pagar rumah. Karena daunnyaberbau busuk bila dirtemas, orang sumatra menyebutnya daun kentut, dinamakankahitutan oleh orang sunda, atau kasembukan oleh orang jawa. Nama daerahlainnya adalah bintaos (madura), gumi siki (ternate,  ji shiteng (china),  dan di perdagangkandengan nama chinese fevervine  herb.

Tanaman ini merupakan herba tahunan berbatang memanjat,panjang 3 – 5 meter, daun pangkal berkayu, daun tunggal, bertangkai  1-5 cm dan tersusun berhadapan. Bentuk daunbulat telur sampai lanset, pangkal bulat, ujung runcing dengan panjang 3 – 12,5cm dan lebar 2 – 7 cm. Permukaan atas daun berambut atau gundul dengan tulangmenyirip.

Bunganya majemuk, keluar dari ketiak daun atau ujungpercabangan. Mahkota bunga berwarna putih, dengan tabung ungu, buah bulat,warna kuning mengkilap, diameter 4 – 6 mm. Daun bisa dimakan sebagai lalap ataudisayur.

Anti Racun
Kandungan kimia herba ini, asperuloside,deasetilasperuloside, paederoside, scanderoside, asam paederosidik, danarbutin. Ia juga mengandung gamma sitosterol, asam oleanolik dan minyak asiri.
Rasa Daun sembukan manis, asam, dan mempunyai afinitas kemeridian limpa, lambung, paru, dan hati. Faedah lain memperkuat lambung danmemperbaiki fungsi pencernaan. Ia juga mempunyai efek analgetik (menghilangkanrasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh urin), mukolitik(peluruh dahak), stomatik (penambah nafsu makan), ekspektoran (menghentikanbatuk), antipiretik (menghilangkan panas), antibiotik, anti radang, antiracun,serta melancarkan aliran darah dan aliran energi vital.

Berikut beberapa cara pemanfaatan SEMBUKAN (Paederia scandens) sebagai obat

Manfaat Sembukan (Paederia scandens) sebagai obat tradisional untuk
perut kembung sudah jelas.
Bagian yang digunakan :
Semua bagian

Khasiat :

Antiinflamasi; Stomakik; Antirematik; Diuretik; Karminatif

Cara Pengobatan:


Kejang (kolik) kandung empedu dan saluran pencernaan, perut kembung.

Daun segar 15 – 60 gr dicuci lalu ditumbuk sampai seperti bubur.
Tambahkan 1 cangkir air matang dan 1 – 2 sendok the garam, aduk merata
lalu saring. Minum sebelum makan.

Rasa sakit pada luka, mata atau telinga.

Batangdan daun segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus,
tempelkan ketempat kelainan.

Bayi dengan gangguan penyerapan makanan, mal nutrisi.

Tanaman15 – 60 gr, direbus, minum.

Sakit kuning (icteric hepatitis).

Tanaman15 – 60 gr, direbus, minum.

Bronchitis, batuk (whooping cough).

Tanaman15 – 60 gr, direbus, minum.

Rheumatism, luka akibat benturan, tulang patah, keseleo.

Tanaman15 – 60 gr, direbus, minum.

Darah putih berkurang (leukopenia) akibat radiasi.

Tanaman15– 60gr, direbus, minum.

Keracunan organik.

Tanaman 15– 60 gr, direbus, minum.

Kencing tidak lancar.

Tanaman15 – 60 gr, direbus, minum.

Perut mulas karena angin.

Daun 25lembar dibuat sayur atau dikukus, makan sebagai lalab matang.
Untuk luarnya, daun dilayukan diatas api dan diikat pada perut.

Cacar ular.

Daun dicuci lalu ditumbuk seperti bubur. Tambahkan sedikit air dan
garam secukupnya untuk dibalutkan disekitar gelembung-gelembung kecil
kulit.

Eksema, kulit gatal (pruritus), neurodermatitis.

Batang dan daun segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus,
tempelkan ke tempat kelainan.

Menghilangkan nyeri akibat kanker.

Tanaman segar 15 – 60 gr direbus dalam 3 gelas air jadi 1 gelas minum
sekaligus, atau dijuice, airnya disaring, peras. (penghilang rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh kencing), penambah nafsu makan,
Masarees

Tumbuhan Pecut Kuda dan manfaatnya

 

(Stachytarpheta jamaicensis [L.] Vahl.)
 
Sinonim :
S. marginata Vahl., S. pilosiuscula H.B.K., S. villosa Turcz., S. urticifolia Dalz. et Gibs., Verbena indica L., V. jamaicensis L.

Familia :
Verbenaceae.

Uraian :
Tanaman yang berasal dari Amerika tropis ini dapat ditemukan di daerah cerah, sedang terlindung dari sinar matahari, pada ketinggian satu hingga 1500 meter di atas permukaan laut.

Tumbuhan ini merupakan tanaman tahunan yang berbatang tegak dengan ketinggian 20 90 cm. Daunnya tunggal dan bertangkai dengan letak yang berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur, pangkat menyempit sedangkan ujungnya runcing.

Tepi daun bergerigi dengna permukaan jelas berlekuk-lekuk yang panjangnya mencpai empat hingga delapan sentimeter. Sedangkan lebarnya tiga hingga enam sentimeter, berwarna hijau tua. Bunganya majemeuk tersusun dalam poros bulir yang memanjang, seperti pecut, panjangnya empat hingga 20 sentimeter.

Bunganya mekar dalam waktu yang berbeda, ukurannya kecil, berwarna ungu, jarang berwarna putih. Buah berbentuk garis, berbiji dua. Bijinya berbentuk jarum dan berwarna hitam. Untuk jenis Stachytarpheta indica Vahl, tingginya mencapai dua meter.

Biasanya dipelihara sebagai tanaman pagar dan mempunyai khasiat obat yang sama dengan jenis Stachytarpheta jamaicensis L. Vahl. Pecut kuda dapat diperbanyak dengan biji.

Bagian yang digunakan untuk pengobatan baisanya adalah herba, bunga dan akar. Untuk penyimpanan,s etelah dicuci dan dipotong-potong, jemur sampai kering.

Herba digunakan untuk pengobatan infeksi dan batu saluran kencing, sakit tenggorokan karena radang (faingtis), batuk, rematik, dan haid tidak teratur. Bunga dan tangkainya diguankan untuk pengobatan radang hati (hepatitis A). Sedangkan akarnya diguankan untuk pengobatan keputikan (leukore).

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Jawa: jarong (Sunda), biron, karomenal, sekar laru, ngadirenggo (Jawa). NAMA ASING Yu long bian (C), snakeweed (I). NAMA SIMPLISIA Stachytarphetae jamaicensis Herba (herba pecut kuda).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT DAN KHASIAT Rasa pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat sebagai pembersih darah, antiradang, dan peluruh kencing (diuretik). 

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan adalah herba, bunga, dan akar. Untuk penyimpanan, setelah dicuci dan dipotong-potong, jemur sampai kering.

INDIKASI
Herba digunakan untuk pengobatan :
- infeksi dan batu saluran kencing,
- sakit tenggorokan karena radang (faringitis), batuk,
- rematik, dan
- haid tidak teratur.

Bunga dan tangkainya digunakan untuk pengobatan :
- radang hati (hepatitis A).

Akar digunakan untuk pengobatan :
- keputihan (leukore).

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus 15-30 g herba kering atau 30 - 60 g herba segar, lalu minum air rebusannya.
Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, radang kulit bernanah, dan luka.

CONTOH PEMAKAIAN
Radang tenggorok, batuk
Sediakan 50 g herba pecut kuda segar, 2 buah kencur ukuran sedang, 2 siung bawang putih. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air gula sambil diaduk rata, lalu peras dan saring. Selanjutnya, minum air yang terkumpul, lakukan 3 kali sehari, selama 3-5 hari.

Keputihan
Cuci 50 g akar pecut kuda segar, lalu iris-iris seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari, masing-masing 1/2 gelas.

Hepatitis A
Cuci 5-10 tangkai bunga pecut kuda sampai bersih, lalu potongpotong seperlunya. Tambahkan gula batu secukupnya, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Rematik
Cuci 30-60 g herba pecut kuda segar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Catatan
Ibu hamil dilarang minum rebusan ramuan obat ini karena bisa menyebabkan keguguran.

Komposisi :
Pecut kuda mengandung glikosida flavonoid, dan alkaloid.

Masarees
Pegagan si Tanaman apotek



Uraian :
Terna liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia tropik. Menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Pegagan merupakan terna menahun tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10 cm - 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm - 15 cm berbentuk ginjal. Tepinya bergerigi atau beringgit, dengan penampang 1 cm - 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 - 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Tangkai bunga 5 mm - 50 mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 - 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit.

Nama Lokal :
Daun kaki kuda (Indonesia), Pegaga (Ujung Pandang); Antanan gede, Antanan rambat (Sunda), Dau tungke (Bugis); Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Kos tekosan ( Madura), Kori-kori (Halmahera), panegowang, rendeng, caling rambut

Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan telah dimanfaatkan terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia.

Manfaat pegagan antara lain :

1. Meningkatkan ketahanan tubuh (panjang umur)

2. Membersihkan darah

3. Memperlancar air seni

4. Menyembuhkan lepra (penyakit menular kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae) dan tuberkulosis (TBC)

5. Memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf otak

6. Memperlancar transportasi darah pada pembuluh-pembuluh otak. Bahkan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf

7. Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises, dan salah urat

8. Selain dapat membantu meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan juga dapat membantu menyeimbangkan energy level serta menurunkan gejala stres dan depresi

Penelitian Mengenai Pegagan

Berbagai penelitian mengenai khasiat pegagan telah banyak dilakukan. Manfaat yang berhubungan dengan fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Sebanyak 30 orang pasien anak-anak yang menderita lemah mental menunjukkan kemajuan yang cukup berarti setelah diberi perlakuan dengan ramuan pegagan selama 12 minggu.

Pada orang dewasa dan tua penggunaan Centella sangat baik untuk membantu memperkuat daya kerja otak, meningkatkan memori, dan menanggulangi kelelahan.

Centella juga bermanfaat bagi anak-anak penderita Attention Deficit Disorder (ADD). Hal ini karena adanya efek stimulasi pada bagian otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih konsentrasi dan fokus. Disamping itu juga mempunyai efek relaksasi pada sistem saraf yang overaktif.

Penelitian lain menunjukkan, berbagai penyakit seperti skleroderma, gangguan pembuluh vena, maupun gangguan pencernaan rata-rata dapat disembuhkan dengan ramuan itu hingga 80% setelah 2 - 18 bulan.

Berikut beberapa cara pemanfaatan pegagan :

BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tanaman.
KEGUNAAN :

1.Infectious hepatitis, campak (measles).
2.Demam, radang amandel (tonsillitis), sakit tenggorok, bronchitis.
3.Infeksi dan batu sistem saluran kencing.
4.Keracunan Gelsemium elegans, arsenic.
5.Muntah darah, batuk darah, mimisan.
6.Mata merah, wasir.
7.Sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan.
8.Lepra.

PEMAKAIAN: 15 - 30 gram pegagan segar, direbus, minum. Atau dilumatkan, peras, minum airnya.
PEMAKAIAN LUAR : Dilumatkan, ditempel ke bagian yang sakit. Dipakai untuk: Gigitan, ular, bisul, luka berdarah, TBC kulit.

CARA PEMAKAIAN :

1. Kencing keruh (akibat infeksi/batu sistem saluran kencing):
30 gram pegagan segar direbus dengan air cucian beras dari bilasan kedua.

2. Susah kencing: 30 gram pegagan segar dilumatkan, tempel di pusar.

3. Demam:
Segenggam daun pegagan segar ditumbuk, kemudian ditambah sedikit air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.

4. Darah tinggi:
20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai menjadi 3/4-nya. Sehari diminum 3 x 3/4 gelas.

5. Wasir:
4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air selama ± 5 menit. Minum rebusan ini selama beberapa hari.

6. Pembengkakan hati (liver) :
240 gram - 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin.

7. Campak: 60 -120 gram pegagan direbus, minum

8. Bisul :
30 gram - 60 gram pegagan segar direbus, diminum. Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan ditempelkan ke yang sakit.

9. Mata merah, bengkak :
Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan, diperas, airnya disaring. Teteskan ke mata yang sakit 3 - 4 kali sehari.

10. Batuk darah, muntah darah, mimisan :
60 - 90 gram pegagan segar direbus, atau diperas, airnya diminum.

11. Batuk kering :
segenggam penuh pegagan segar dilumatkan, peras. Ditambah air dan gula batu secukupnya. Minum.

12. Lepra :
3/4 genggam pegagan dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air, sampai menjadi 3/4 -nya. Saring, diminum setelah dingin, sehari 3 x 3/4 gelas.

13. Penambah nafsu makan :
1 genggam daun pegagan segar direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Minum sehari 1 gelas.

14. Teh daun pegagan segar berkhasiat :
Pembangkit nafsu makan, menyegarkan badan, menenangkan, menurunkan panas, batuk kering, mengeluarkan cacing di perut, mimisan.

15. Lalaban pegagan berkhasiat segar berkhasiat :
Membersihkan darah, terutama pada bisul, tukak berdarah.
Memperbanyak empedu, sehingga memperbaiki gangguan pencernaan.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa manis, sejuk. Anti infeksi, antitoxic, penurun panas, peluruh air seni. KANDUNGAN KIMIA : Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak. Senyawaan glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawaan sejenis, mempunyai kasiat anti lepra (Morbus Hansen),