Tampilkan postingan dengan label radang mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radang mata. Tampilkan semua postingan
Masarees


Manfaat tanaman Bengle



BENGLE (Zingiber cassumunar), tentu nama tanaman ini agak asing ditelinga sebagian besar masyarakat kota tapi di kalangan masyarakat pedesaan di jawa tengah pastinya banyak yang tahu tanaman ini terutama untuk ibu-ibu di jawa tengah yang memiliki balita pasti tidak asing  :)

Tanaman termasuk familia Zingiberaceae. Tumbuh pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, banyak ditanam orang di pekarangan, di pinggir halaman dekat pagar.
Untuk pengembangbiakannya melalui potongan rimpang yang sudah cukup tua dan mempunyai mata tunas.

Nama lain :  Panglai (Sunda), bengle (Jawa), pandhiyang (Madura).; mugle, bengle, bungle, baglai, baniai, banglai, bunglai,; Bangle, kunit bolai, kunyit bolai (Sumatera), banggele (Bali),; Bale, panini, manglai, manguiai, bangerei, wangelei, walegai,; kukuniran, kukundiren, unin makei, unin pakei, bangle, bongle;

Tanaman ini mengandung : asam organik, mineral, lemak, gom, albuminoid, gula, juga ada damar yang pahit dan minyak terbang seperti sineol, pinen dan sesquiterpen-sesquiterpen.
Tanaman ini ternyata mengandung berbagi manfaat sebagai obat.

Berikut beberapa cara pemanfaatan Bengle sebagai obat tradisional :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Rimpang, daun.

KEGUNAAN:
Rimpang:
- Demam, sakit kepala.
- Batuk berdahak.
- Perut nyeri, masuk angin.
- Sembelit.
- Sakit kuning.
- Cacingan.
- Rheumatism.
- Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan.
- Mengecilkan perut setelah melahirkan.
- Kegemukan.

Daun:
· Tidak napsu makan.
· Perut terasa penuh.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 1/2-3.jari rimpang, direbus.
Pemakaian luar. Rimpang secukupnya dicuci bersih Ialu diparuti dipakai sebagai tapal atau boreh pada sakit kepala, pegal linu, mengecilkan perut sehabis melahirkan, dan sebagainya.

CARA PEMAKAIAN:
1. Demam, masuk angin.
    15 g rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2
    cangkir air panas dan 2 sendok makan madu.  Diaduk merata lalu
    diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

2. Perut mules:
    Rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan  lempuyang wangi,
    masing-masing 1/2 jari tangan dicuci lalu diiris tipis-tipis.  Rebus
    dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas.  Setelah dingin
    disaring, lalu diminum.

3. Sakit kepala karena demam:
    Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut.  Tambahkan
    sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur.  Dipakai sebagai
    pilis pada dahi.

4. Sakit kuning:
    1/2 jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air
    masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring,
    minum.  Lakukan 2 kali sehari.

5. Nyeri sendi (rheumatism):
    Rimpang segar secukupnya dicuci Ialu diparut, tambahkan arak
    sampai menjadi adonan seperti bubur encer.  Borehkan kebagian
    sendi yang sakit.

6. Mengecilkan perut setelah melahirkan:
    Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut, borehkan pada
    perut.

7. Cacingan:
    3 jari rimpang bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar
    tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk
    halus.  Tambahkan 1/ 2 cangkir air masak, diaduk merata lalu
    diperas dan disaring.  Minum.

8. Radang seiaput lendir mata:
    Rimpang bangle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir
    jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya.  Rebus
    dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah
    dingin disaring, minum.

9. Kegemukan / mengurangi lemak tubuh:
    a. Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci
       lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. 
       Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum.  Pagi dan
       sore hari.

    b. 1/2 jari rimpang bangle, 1/2 jari rimpang temu giring, 3/4 jari
       rimpang lempuyang wangi, 1/4  genggam daun kemuning, 1/4
       genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-
       potong seperlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai
       tersisa 1/2-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4
       gelas.

    c. Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing 1/2 jari
       tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk
       nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-
       remas.  Peras dan saring, minum. Lakukan 2-3

Masarees

Secang

(Caesalpia sappan L.)
Sinonim :

Familia :
Caesalpiniaceae

Uraian :
Kayu Secang (Caesalpinia sappan Linn) sering digunakan masyarakat sebagai obat herbal untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti: diare, disentri, batuk darah (TBC), darah kotor, muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah, luka dalam, sifilis, malaria, tetanus, tumor dan radang selaput lendir mata. Tumbuhan berbentuk pohon yang termasuk dalam anggota suku polong-polongan (Fabaceae) ini, asalnya dari Asia Tenggara maritim dan banyak ditemukan di Indonesia.

Caesalpinia sappan L. menyukai tempat terbuka yang memiliki ketinggian hingga 1.000 m dpl, namun tidak terlalu dingin. Secang seringkali dijumpai tumbuh liar di daerah pegunungan yang berbatu. Dan kadang-kadang bisa ditemui juga di daerah pedesaan karena sengaja ditanam oleh penduduk sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun.

Secang termasuk dalam golongan Perdu atau pohon kecil dengan tinggi sekitar 5-10 m.Batangnya berbentuk bulat silinder dengan warna hijau kecoklatan. Memiliki duri tempel yang berbentuk bengkok dan letaknya tersebar di seluruh batang dan cabang-cabangnya.

Daunnya majemuk menyirip ganda yang merupakan ciri khas dari Caesalpinioideae, dengan panjang sekitar 25-40 cm. Anak daun tidak bertangkai, berbentuk lonjong, ujungnya bulat, tepinya rata dan hampir sejajar, pangkal rompang, panjangnya sekitar 10-25 mm dan lebarnya 3-11 mm, berjumlah 10-20 pasang dan letaknya berhadapan, warnanya hijau.

Buahnya berbentuk polong berisi 3-4 biji, dengan panjang sekitar 8-10 cm, dan lebarnya sekitar 3-4 cm, ujungnya seperti paruh. Buah berwarna hijau namun bila telah masak warnanya berubah menjadi hitam.

Bijinya berbentuk bulat sedikit memanjang dengan panjang 15-18 mm dan lebar sekitar 8-1 1 mm, tebalnya anntara 5-7 mm, berwarna kuning kecoklatan.

Bunga Secang berwarna kuning, merupakan bunga majemuk berbentuk malai, keluar dari ujung tangkai dengan panjang sekitar 10-40 cm, mahkota berbentuk tabung.

Kayu yang diperbanyak dengan biji atau stek batang ini mulai bisa dipanen sekitar umur 1-2 tahun. Warna merah muda akan muncul saat kayu secang direbus. Biasanya warna yang dihasilkan oleh kayu secang ini dimanfaatkan mayarakat untuk mewarnai kue dan minuman. Di daerah tertentu, warna yang dihasilkan kayu secang ini juga dimanfaatkan untuk mewarnai bahan anyaman atau digunakan untuk pengecatan. Bahkan ada yaang memanfaatkannya sebagai tinta. Dan yang pasti, tanaman obat ini sudah lama digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai obat alami yang berguna untuk menghentikan perdarahan, antiseptik, pembersih darah, pengelat dan penawar racun.

Nama Lokal :
Secang (Sunda), kayu secang, soga jawa (Jawa),;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diare, disentri, batu darah (TBC), luka dalam, sifilis, darah kotor,; Muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah; Malaria, tetanus, tumor, radang selaput lendir mata.;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Kayu. Kulitnya dibuang, dipotong-potong lalu dikeringkan.

KEGUNAAN:
- Diare, disentri.
- Batuk darah pada TBC.
- Muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah.
- Luka dalam.
- Sifilis, darah kotor, Radang selaput lendir mata.
- Malaria.
- Pengobatan setelah bersalin.
- Tetanus.
- Pembengkakan (tumor),
- Nyeri karena gangguan sirkulasi darah dan Ci.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 3-9 g, direbus.
Pemakaian luar: Kayu direbus, airnya untuk mencuci luka, luka berdarah atau dipakai untuk merambang mata yang meradang.

CARA PEMAKAIAN:
1. Pembersih darah:
    Kerokan kayu ditambah ketumbar dan daun trawas, rebus.

2. Diare / mencret:
    5 g kayu dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air bersih
    selama 15 menit. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian.
    Minum pagi dan sore hari.

3. Batuk darah pada TBC:
    1 1/2 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya,
    rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas, Setelah
    dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

4. Radang salaput lendir mata:
    2 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus
    dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin
    disaring, airnya dipakai untuk merambang mata yang sakit.

5. Berak darah:
    1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus
    dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin
    disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x 3/4 gelas.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Sepat tidak berbau. Menghentikan perdarahan, pembersih darah, pengelat, penawar racun dan antiseptik. KANDUNGAN KIMIA: Kayu: Asam galat, tanin, resin, resorsin, brasilin, brasilein, d-alfa-phellandrene, oscimene, minyak atsiri. Daun: 0,16%-0,20% minyak atsiri yang berbau enak dan hampir tidak berwarna.
Masarees

Selasih, Obati Stres dan Gangguan Pernapasan


Ocinum basilicum Linn.
Stres? Minum Selasih! Biji selasih, selain nikmat dibuat minuman juga menyehatkan. Seluruh bagian tanaman ini berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik fisik maupun psikis.

Pemanfaatan tanaman untuk pengobatan, di antaranya selasih, sudah dilakukan masyarakat India sejak 5.000 tahun lalu. Seperti diketahui, kondisi sehat menurut kebudayaan India adalah keseimbangan antara tubuh dan pikiran.

Membangun keseimbangan itulah, salah satu khasiat tanaman yang dalam bahasa setempat disebut tulasi, tulsi, surasa, vishnu-priya, atau krishnamu. Selasih (Ocinum basilicum Linn.) disebutkan dalam situs indianherb, juga sangat kuat untuk mengurangi stres.

Seefektif Obat
Meskipun belum ada studi klinis mengenai efek psikologis selasih pada manusia, namun sudah banyak yang membuktikan khasiatnya sebagai pereda stres. Sebuah laporan mengumumkan hasil penelitian yang menunjukkan khasiat tanaman yang mirip kemangi ini sebagai penurun hormon stres. Juga tercatat adanya kesembuhan stres secara cepat. Penelitian pada binatang yang menguatkan bahwa selasih memiliki efek yang sama dengan obat-obatan stimulan dan antidepresi.

Di Cincinnati, AS, tercatat banyak pasien stres yang  mengalami kesembuhan setelah mengkonsumsi selasih. Seorang konselor klinis, Dr. Barbara Hensley, membenarkan efek herbal ini pada sejumlah pasiennya. Sebelumnya mereka telah mencoba herbal lain dan tidak berefek apa-apa.

Kecemasan dan depresi berat yang dialami salah seorang pasien Dr. Hensley jauh berkurang setelah beberapa hari mengkonsumsi selasih. "Sekitar 6-8 bulan kemudian kondisi mereka masih baik dan bisa lebih mudah berkonsentrasi,"ujarnya. Dr. Hensley merasa sangat terkesan oleh para pasiennya, sehingga dia mulai tertarik untuk mengkonsumsinya. Ia pun mengakui keampuhan selasih, dan kini merasa lebih berenergi, tidak cepat lelah dan stresnya berkurang.

Tak dijelaskan kandungan apa yang ada dalam tanaman selasih yang berefek pada penurunan stres. Unsur fitokimia yang dipunyai selasih sangat banyak. Di seluruh tanaman mengandung minyak menguap yang terdiri dari ocimene, alpa-pipene, cineole, eucalyptole, linalool, geraniol, methylchavicol, eugenole, dan lainnya. Sedangkan bijinya mengandung planteose, asam lemak yaitu asam palmitat, oleat, stearat, dan linoleat.

Ditambahkan oleh ahli tanaman obat dari Malang, Ir. Wahyu Suprapto, selasih mengandung minyak atsiri, sehingga tidak boleh digunakan oleh penderita rematik, karena bisa menimbulkan nyeri. Yang menonjol, katanya, adalah kandungan zat basilicin yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan vitamin C. Vitamin ini penting dalam setiap kegiatan yang dilakukan tubuh manusia.

Penurun Gula Darah
Ada berbagai macam penyakit lain yang sanggup dihadapi selasih. Dalam farmakologi Cina dinyatakan kalau seluruh herba ini bisa merangsang penyerapan (absorpsi), peluruh keringat (diaporetik), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan sakit (analgesik), melancarkan peredaran darah dan membersihkan racun.

Kemampuan lainnya yakni membunuh kuman (antiseptik), peluruh angin (carminativa), mematangkan bisul (maturativa), radang lambung, pencahar, TBC, dan menghentikan kegugupan.

Teh daun selasih biasa diminum untuk menyembuhkan segala jenis batuk, demam malaria, gangguan pencernaan, penambah napsu makan dan tak enak badan. Baik pula untuk gangguan pernapasan, mual, nyeri haid, pengobatan pascapersalinan, pembersih dan penguat jantung. Bijinya bermanfaat untuk meredakan panas dalam dan pelembut kulit.

Sebagai antiradang selasih memiliki efektivitas sama seperti aspirin dan ibuprofen. Yang lebih menguntungkan, tidak seperti obat-obat itu, selasih tidak mengiritasi perut. Itu karena pada herba ini terdapat unsur yang mencegah perlukaan dalam tubuh yang disebabkan obat-obatan.

Suatu penelitian pada marmut membuktikan kalau ekstrak daun selasih berefek antialergi dan antibakteri. Sebagai antibakteri, ia aktif melawan staphlococcus aureus dan mycoplasma tuberculosis, serta jamur. Untuk pemakaian luar, selasih efektif sebagai penyembuh luka, kelainan kulit, juga merupakan obat antinyamuk yang ampuh.

Tanaman ini juga bisa untuk mencegah kanker dan mengurangi kolesterol. Pada Diabetes Mellitus, terutama yang non-insulin dependent (NID DM), selasih dapat menurunkan kadar gula darah serta melindungi sel dalam pankreas yang memproduksi insulin, dari kerusakan.

Penelitian secara acak pada tahun 1996 menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah puasa dan setelah makan yang bermakna, pada pasien NID-DM. Menurut riset yang dilakukan pada tikus, kandungan ethanol dalam selasih berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Temuan lain yang mengagumkan, ternyata selasih mampu melindungi jaringan dalam tubuh dari kerusakan akibat radiasi.
Berikut beberapa Penyakit yang dapat disembuhkan dengan selasih dan cara penggunaannya :
1. Sering gugup : setiap hari minum 2 sendok teh biji selasih yang direndam dalam air.
2. Sariawan : minum setiap hari biji selasih, dapat dicampur dengan sirup.
3. TBC : tanaman seutuhnya 3 batang, dicuci, lalu digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas,  setelah dingin, saring, minum dengan air gula secukupnya, sehari 3 x 3/4 gelas.
4. Sakit kepala : haid tidak teratur; rematik : tanaman 10 – 15 gr digodok, diminum atau ditumbuk, diperas airnya lalu diminum.
5. Radang mata ; bercak putih pada selaput bening mata (corneal opacity) : biji selasih 2 1/2 – 5 gr, digodok lalu diminum.
6. Lelah setelah bekerja : kesehatan jantung : gunakan minyak selasih untuk aroma therapi.
Masarees


Kitolod alias Kintolo, atau biasa kita sebut dengan bunga bintang :
Kalau kalian yang sering di depan layar monitor tv atu comp. merasa mata pedih atau yang sering melakukan perjalanan jauh mata sering terkena debu akhirnya mata pedih juga. maka inilah obat yang paling mujarab mudah didapat juga nggak pake mahal cuma musti usaha nyari. namun tanaman ini sering banget kita jumpai di sekitar kita lihat gambarnya kemudian baca liputannya. dijamin ini ampuh banget untuk mata. just for U. mata sehat terasa enak untuk melihat juga mantap dibawa buat otak.
Sinonim
Laurentia longiflora

Nama umum
Indonesia: Bunga bintang, kitolod
Malaysia: Lidah payau
Inggris: Star of Bethlehem

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas : Asteridae
Ordo : Campanulales
Familia : Campanulaceae
Genus : Isotoma
Spesies : Isotoma longiflora
cara penggunaannya dibawah ini....

Caranya:
Ambil 3 helai daun cuci bersih kedua ujung daun di potong, Setelah itu ambil air minum putih yang biasa (bukan panas dan dingin) celupkan daun kitolod dan teteskan pada mata rasanya sangat pedih tetesin terus sampai rasa pedih itu berkurang.
Hati2 getah batangnya beracun.